Selasa, 07 Mei 2013

HUBUNGAN PEKERJA DENGAN MAJIKAN

Maraknya aksi mogok-kerja belakangan ini sudah merupakan warna dari kehidupan di negara ini. Rasa tidak puas terhadap apa yang telah diputuskan oleh perusahaan secara sepihak telah mengundang hal tersebut terjadi. Dari pihak perusahaan juga menjadi serba salah terutama dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tergolong morat marit saat ini membuat perusahaan susah untuk memenuhi segala tuntutan yang dilontarkan.

Agar hal tersebut setidaknya dapat diperkecil porsinya sebaiknya ada kesadaran dari kedua belah pihak yang nantinya akan saling menguntungkan. Hubungan perkerja ( bawahan ) dengan majikan ( atasan ) yang harmonis harus di taati dengan saling pengertiannya, sehingga semua yang menjadi momok tersebut tidak perlu terjadi.

Ada 5 hal yang harus diperhatikan oleh seorang majikan yaitu :

1. Memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan pekerja ( bawahan ).

Seorang majikan jangan sekali kali memberikan pekerjaan diluar kemampuan dari pekerja. Akibatnya akan fatal, pekerja akan menjadi uring-uringan dan tidak termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaannya, sehingga hasil akhir yang dikehendaki tidak akan terwujud dengan baik. Akibatnya sebagai majikan akan menilai dengan gamblang bahwa pekerjanya tidak berkualitas, padahal seharusnya ia sadar telah memberikan porsi yang tidak cocok terhadap pekerja. Pekerja akan menjadi minder mengakibatkan ia stress dan fatal bila akan bertindak tidak benar ,yang jelas ini akan merugikan semua pihak.

2. Memberikan balas jasa dan reward (penghargaan) seperti : upah, makanan dan hadiah lainnya.

Balas jasa yang layak bagi kemanusiaan sesuai dengan kemampuan perusahaan dan kondisi pasar tenaga kerja. Saat ini disana-sini unjuk rasa buruh sangat dipengaruhi terlebih oleh faktor ini. Rasa tidak puas akan balas jasa yang diterima karena kebutuhan yang meningkat terus, sedangkan pihak perusahaan tidak dapat memberikan nilai tambah seperti yang diharapkan. Sebagai majikan harus dapat menyeimbangkan hal ini. Seandainya perusahaan sedang maju pesat tidak ada salahnya memberikan balas jasa lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, agar perusahaan bisa bertambah maju dengan meningkatnya semangat kerja dan kualitas akan semakin baik. Jangan lupa memberikan reward dari hasil pekerjaan yang telah dicapai dengan sukses oleh pekerja. Perhatikan promosi kenaikan pangkat maupun kenaikan jabatannya, sehingga pekerja merasa memiliki prospek pada perusahaan tempat ia bekerja dan tidak menjadi pesimis.

3. Memberikan jaminan sosial.

Apabila pekerja atau anggota keluarganya sakit, berikanlah jaminan sosial kepadanya. Pekerja akan merasa sangat dihargai bila kesusahannya dapat dicover oleh perusahaan walau hanya sebagian kecil. Rasa berterima kasih yang amat sangat akan diberikan pekerja bagi perusahaan apabila ada yang memperhatikan dirinya apalagi keluarganya. Bila ini sudah dapat dijalankan pekerja akan merasa memiliki terhadap perusahaan tempat ia bekerja.

4. Menikmati hal-hal yang menyenangkan bersama-sama.

Berusahalah nikmati bersama-sama hal-hal yang menyenangkan seperti makan bersama pada event-event tertentu menjelang Tahun Baru, ulang tahun majikan, sukses mengerjakan suatu proyek, berlibur bersama dan lain sebagainya. Terserah kesepakatan kedua belah pihak dan ini menjadi tanggugan majikan. Pada kesempatan seperti ini akan membuat majikan dan pekerja saling terbuka dan tau apa yang menjadi keinginan masing-masing. Rasa kebersaman ini akan sangat berharga dan berkesan bagi keduanya. Jangan bila perusahaan sedang mundur, pekerja dituntut harus prihatin tetapi bila perusahaan sukses yang menikmati hanya majikan saja, pekerja hanya bisa gigit jari setelah bekerja keras tetapi yang menikmati kesenangan hanya majikan saja

5. Memberikan waktu istirahat

Berikanlah haknya seperti cuti tahunan, cuti besar dan lain sebagainya. Karena refresing yang cukup akan membuat pikiran menjadi jernih dan pekerjaan yang dilakukan akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Sebaiknya pekerja dianjurkan untuk istirahat /cuti jangan menyarankan masuk kerja dan dibayar, malah sebaliknya bila cuti harus dibayar. Dan pola ini mulai diterapkan oleh perusahaan-perusahaan.

Sebaliknya ada 5 cara bagaimana seharusnya pekerja ( bawahan ) memperlakukan majikan ( atasannya)

1. Bekerjalah dengan cerdas

Pahami terlebih dahulu tugas yang diberikan, lalu buatlah langkah-langkah penyelesaian dan analisa hasil akhir dari pekerjaan tersebut. Bila tidak memuaskan perbaikilah sehingga hasil maksimal akan dicapai. Berikan inisiatif-inisiatif yang positif. Tanggap atas tugas yang diberikan, itulah ciri-ciri pekerja yang cerdas. Majikan akan sangat senang bila pekerja memiliki solusi-solusi, terlepas ia dapat menerima atau tidak. Selain itu harus tanggap terhadap kondisi yang dialami perusahaan, jangan memberikan solusi yang walaupun baik tetapi tidak mampu dijalankan karena kondisi perusahaan yang tidak memungkinkan. Apabila memang kondisinya sedang menurun pekerja harus prihatin. Tetaplah bekerja dengan cerdas tanpa terpengaruh dengan kondisi buruk yang sedang terjadi.

2. Rajin bekerja dan tidak berleha-leha

Mengertilah bahwa tugas yang dibebankan majikan kepada pekerja akan menjadi kewajiban dan tanggung jawab pekerja. Agar kepercayaan majikan kepada pekerja semakin meningkat seharusnyalah pekerja rajin, jangan berleha-leha, lalai apalagi menganggap enteng tugas yang diberikan. Bersungguh-sungguh melaksanakan tugas. Jangan membiasakan diri melihat majikan bekerja lebih dahulu. Pekerja harus memulai pekerjaannya terlebih dahulu dan beristirahat setelah majikannya. Seorang majikan yang baik akan sangat memperhatikan kemampuan para pekerjanya dan tidak tergila-gila dengan waktu kerja yang mengharuskan pekerja bekerja dengan over-time yang berlebih-lebihan.

3. Jujur dan hidup hemat.

Berlakulah jujur, jangan mengambil apa yang tidak diberikan majikan kepada anda. Orang yang jujur pasti mendapat tempat dan kebalikannya orang yang tidak jujur pasti akan ditolak. Siapapun majikan anda pasti sangat mengharapkan seorang karyawan yang jujur. Hal yang sangat penting yang dapat mendorong anda untuk hidup jujur adalah hidup hemat. Dengan pengertian hidup hemat untuk perusahaan maupun hidup hemat untuk diri sendiri.

Hidup hemat untuk perusahaan seperti menghemat pengeluaran-pengeluaran perusahaan. Contoh :menggunakan alat-alat alteka tidak berlebih-lebihan, tidak menggunakan sarana-sarana perusahaan untuk kepentingan pribadi (seperti mobil , telepon dsb).

Hidup hemat untuk diri sendiri seperti menghemat pengeluaran-pengeluran pribadi yang tidak terlalu urgent, tau kondisi keuangan dengan sesungguhnya apalagi masa krismon seperti saat ini dimana kebanyakan harga barang-barang melambung tinggi dan kenaikan gaji yang sudah tidak seimbang.

Hal ini penting karena keterkaitannya sangat erat. Hidup hemat untuk diri sendiri akan menunjang hidup hemat untuk perusahaan dan hidup hemat untuk perusahaan pasti akan mendatangkan kejujuran. Itulah hal penting yang dijelaskan untuk point ini.

4. Bekerjalah lebih baik dan produktif.

Selalu memperbaiki mutu pekerjaan menjadi lebih baik. Hari ini akan lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Falsafah China ini sangat penting diterapkan dalam hidup anda sebagai pekerja. Sifat ini sudah dianut seperti orang-orang China, Jepang, Korea, dll. Dengan bekerja lebih baik anda pasti akan menjadi pekerja yang produktif. Menghasilkan inovasi-inovasi yang sangat menunjang majunya perusahaan. Majikan yang baik pasti sangat menghargai keberadaan anda untuk kelangsungan perusahaan.

5. Menjaga company image

Jangan menjelek-jelekkan perusahaan terutama untuk saingan perusahaan, anda harus bisa menjaga image perusahaan, terhadap majikan (atasan) pujilah sifat-sifat mulia yang dimilikinya, jangan mencelanya terus-terusan terutama didepan orang-orang yang menjadi saingannya atau yang iri terhadap keberhasilannya. Hal ini sangat penting agar tidak menimbulkan kerusuhan yang fatal bagi anda maupun bagi majikan. Bila kita tidak senang terhadap tindakannya kemukakan secara terbuka kepadanya, bila hal tersebut juga tidak menyelesaikan masalah tenangkanlah pikiran dan ingatlah bahwa anda masih butuh pekerjaan, terimalah dengan sabar dan apa adanya tanpa harus mencela disana-sini. Suatu waktu ia pasti akan sadar akan kesalahannya.


Dengan adanya keseimbangan-keseimbangan diatas pasti hubungan antara majikan (atasan) dan pekerja (bawahan) akan lebih mudah teratasi. Landasan etika kerja tersebut dapat berlangsung secara harmonis tidak saja memberikan manfaat kepada majikan dan pekerja tetapi untuk semua orang seperti rekanan-rekanan , diri majikan-pekerja dan keluarganya, masyarakat maupun negara.

Menjadikan majikan dan pekerja menjadi satu keluarga akan mendatangkan keharmonisan dengan adanya saling menghargai, saling percaya dan saling membutuhkan/membantu.

Untuk mencapai keharmonisan tersebut perlu juga disadari sbb :

1. Kesejahteraan akan langgeng bila musyawarah dilakukan tanpa adanya pertengkaran.

2. Musyawarah yang dilaksanakan hendaknya membuahkan kesepakatan.

3. Kesepakatan tersebut ditaati dan dihormati oleh semua pihak dengan penuh kesadaran.

4. Tidak satu pihakpun dapat mengubah peraturan yang sedang berlaku secara sepihak.



Mungkin berguna



Dari : Andriani Dewi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar